Menangani dan Membalut Luka Terbuka dengan Tepat

0
72

Semua orang pasti pernah mendapat luka di bagian tubuhnya. Entah itu berupa sayatan, goresan ataupun luka kecil lainnya. Setiap orang terkadang menangani lukanya berbeda-beda. Ada yang sengaja dibiarkan saja, ada yang diberi obat merah, ada yang ditutup dengan plester atau kain kasa.

Namun sebaiknya Anda jangan menyepelekan luka kecil. Jika luka tidak segera ditangani dengan baik, luka Anda nantinya malah bisa semakin buruk atau parah dan terjadi infeksi. Jadi, apa yang sebaiknya dilakukan untuk menangani luka terbuka? Selain itu, membalut luka yang baik dan benar itu bagaimana caranya?

Perlu Anda ketahui, ternyata meniup-niup luka dan membiarkannya agar kering ternyata salah. Padahal, cara ini sudah dianggap benar oleh banyak orang. Memang mengejutkan, tetapi pernyataan itu bukanlah tanpa alasan.

Luka yang berada dalam kondisi lembap justru lebih baik. Karena dalam kondisi lembap tersebut, sel fibroblas dapat terbantu untuk membentuk jaringan baru yang dapat menutup luka. Selain itu, kondisi lembab juga dapat mengurangi jumlah cairan yang keluar dari luka yang disebut dengan eksudat.

Jadi perlu diingat, kondisi yang lebih baik bagi luka adalah lembab, tidak kering dan juga tidak basah. Bahkan, kelembapan pada daerah luka bisa mempercepat proses penyembuhan bahkan luka yang sangat parah bisa tidak memerlukan amputasi.

Salah satu cara untuk menjaga kelembapan pada luka adalah dengan menutup luka dengan plester. Plester luka yang bisa Anda gunakan misalnya adalah plester dari Hansaplast, yang memiliki berbagai ukuran dan jenis sesuai dengan kebutuhan Anda.

Tetapi sebenarnya, bagaimana cara menangani luka yang tepat?

Dengan peralatan P3K Anda, ada langkah-langkah sederhana yang sebaiknya Anda lakukan untuk menangani luka terbuka. Berikut ini adalah 3 langkah sederhana tersebut.

  1. Menghentikan Pendarahan

Hal pertama yang harus dilakukan ketika menjumpai luka terbuka adalah segera hentikan pendarahannya. Sebaiknya jangan biarkan luka terus mengeluarkan darah. Anda bisa menahan pendarahan langsung pada luka dengan menggunakan kain kasa, tisu, atau penutup luka steril lain.

  1. Bersihkan Area Luka

Setelah darah dirasa sudah berhenti, segera bersihkan kulit atau area yang terkena luka. Langkah ini bertujuan agar tidak kotor sehingga mengurangi infeksi. Bersihkan luka dan area sekitarnya dengan air bersih dan sabun selama kurang lebih 5 menit.

  1. Tutup Luka

Setelah luka sudah bersih, maka hal terakhir yang dilakukan adalah menutup luka. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Anda bisa mengaplikasikan plester untuk menjaga kelembapan pada luka. Anda bisa menggunakan plester Hansaplast untuk menutup luka sayat atau goresan. Plester Hansaplast mempunyai Silver Technology yang dapat membunuh kuman dan mengurangi infeksi.

Namun, apabila area luka lebih luas, Anda bisa menutup luka dengan kain kasa atau pembalut luka steril lain yang diberi perekat. Jangan lupa untuk selalu mengganti penutup luka baik plester atau kasa secara berkala minimal 2 kali sehari.